NETWORKING BASIC
Jaringan komputer adalah sebuah system yang
dibangun agar computer dapat melakukan komunikasi data seperti berbagi file, informasi,
program aplikasi dan perangkat keras seperti printer, scanner, CD Drive maupun
harddisk serta memungkinkan komunikasi secara elektronik.
Sejarah jaringan komputer sendiri
bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di
Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di
laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor
Howard Aiken.mPada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah
perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan
beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses
beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam
sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis
komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah
komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu
ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama
TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network)
komputer diaplikasikan.Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri
ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan
(host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer
dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency
(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan
sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program
riset ini dikenal dengan nama ARPANET, pada tahun 1970, sudah lebih dari 10
komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling
berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga
setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar
mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi
(Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan
sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang
tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak
diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan
telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host
komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer
pusat. (Dikutip dari Wikipedia).
Tujuan utama dari sebuah jaringan
computer adalah sharing resource (sumber daya) dimana sebuah komputer dapat
memanfaatkan sumber daya komputer lain yang berada pada jaringan yang sama.
Perkembangan teknologi komunikasi data dan jaringan komputer dewasa ini sudah
tidak terbatas lagi hanya pada komputer, berbagai perangkat teknologi
komunikasi yang hadir saat ini berkembang mengikuti perkembangan teknologi
komputer.
Suatu jaringan tersusun dari beberapa elemen
dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
-
Personal Computer
(PC)
-
Kartu jaringan
(Network Interface Card/NIC) pada setiap komputer
-
Medium koneksi,
yang menghubungkan kartu jaringan satu komputer dengan komputer lainnya, biasa
disebut sebagai medium transmisi data, bisa berupa kabel maupun nirkabel
(wireless dsb)
-
Perangkat lunak
system operasi jaringan (Network Operating System Software/NOSS) yang berfungsi
untuk pengelolaan system jaringan, misalnya : MS Windows 2000 server, MS
Windows NT, Linux, Novel Netware dan Sebagainya.
-
Peralatan
interkoneksi seperti hub, bridge, switch, router, gateway, apabila jaringan
yang dibentuk semakin luas jangkauannya.
PERANGKAT
KERAS JARINGAN
Semua
jaringan komunikasi tersusun oleh perangkat yang berfungsi sebagai penghubung
yang menghubungkan simpul simpul jaringan, seperti Network Interface Card
(NIC), Brige, Hub, Switch, dan Routers.
Ada
beberapa metode untuk menghubungkan perangkat perangkat tersebut, baik berkabel
(yang umum coaxial, UTP, atau fiber optic) maupun yang tidak berkabel
(wireless).
·
NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
Network Interface
Card sering disingkat Network Adapter atau NIC. Merupakan sebuah hardware
komputer yang didesain guna memungkinkan komputer berkomunikasi
menggunakan jaringan. NIC memungkinkan
adanya akses fisik ke media jaringan dan juga menyediakan system addressing
low-level melalui penggunaan MAC addresses. NIC memungkinkan user untuk
terhubung satu dengan lainnya menggunakan wireless.
·
HUB
Sebuah Hub
mengandung berbagai jenis port. Ketika sebuah paket data tiba disalah satu
port, paket itu akan disalin, alamat yang dituju tidak berubah menjadi
broadcast, atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang
terhubung ke hub.
·
SWITCH
Switch merupakan
sebuah istilah yang mengacu kepada router dan bridge dan juga kepada piranti
yang dapat membagi traffic berdasarkan muatan atau konten aplikasi (misalnya URL
dari sebuah halaman web). Switch bisa beroperasi pada lebih dari lapisan OSI.
Piranti yang dapat bekerja secara simultan dilebih dari satu layer ini disebut
multilayer switch.
·
REPEATER
Repeater
merupakan piranti elektronik yang bertugas menerima sinyal kemudian
meneruskannya pada level yang lebih tinggi atau dengan daya yang lebih besar,
atau bisa juga meneruskan ke sisi lain sebuah penghalang sehingga sinyal dapat
disalurkan ketempat yang jauh tanpa adanya deradasi.
Kerena repeater
bekerja dengan sinyal fisik sebenarnya dan tidak berusaha melakukan
interpretasi data. Repeater akan beroperasi pada leyer Physical yang merupakan
leyer pasing atas dalam model OSI.
·
BRIDGE
Bridge berfungsi
menghubungkan segmen jaringan jaringan di layer data link (layer kedua di data
OSI). Bridge berbeda fungsinya dengan hub, bridge tidak menyalin traffic dan
mencampurnya kesemua port. Bridge akan mengetahui alamat MAC address yang dapat
dijangkau melalui port port tertentu.
Setelah bridge
mengetahui port dan alamat yang dituju, bridge tidak mengirim secara broadcast
kesemua port kecuali port yang berhak menerima broadcast tersebut.
Bridge mampu
mengenali port dan address dengan cara memeriksa alamat sumber dari frame yang
dilihatnya masing masing port. Ketika frame tersebut sudah sampai port, alamat
sumber akan disimpan dan bridge mengosumsi alamat MAC telah diasosialisasikan
dengan port tersebut. Ketika alamat telah diketahui, bridge akan men-forward
kesemua port.
Bridge bisan
dibagi menjadi 3 tipe dasar :
1. Local Bridge, menghubungkan LAN secara
langsung
2. Remote Bridge, dapat digunakan untuk membuat
link Wide Area Network (WAN) antar LAN yang ada. Namun remote bridge yang
kecepatan koneksinya lebih lambat dari pada jaringan akhir umumnya kini
perannya digantikan oleh Router.
3. Wireless Bridge, bisa digunakan untuk
menggabungkan LAN atau menggabungkan workstation remote ke sebuah LAN.
·
ROUTER
Router adalah
piranti jaringan yang bertugas mem-forward paket data sepanjang jaringan
menggunakan header dan table forwarding sehingga bisa menentukan rute terbaik
untuk transportasi data. Router bekerja di layer Network dimodel TCP/IP atau
layer ketiga dimodel OSI.
Router
menyediakan interkoneksi antar media dengan cara meneliti header dari paket
data dan memutuskan kebagian mana paket data tersebut akan dikirim.
Router umumnya
paling tidak terhubung ke dua jaringan, dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan
dari ISP. Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang
terintegrasi kedalamnya sehingga memungkinkan beberapa komputer membentuk
jaringan dan langsung terhubung ke internet.
TIPE
PENGKABELAN
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa
digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan jaringan, yaitu :
·
Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet
atau thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah
dibandingkan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah.
Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185m dan maksimum komputer
terhubung.
·
Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet
atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih
banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan
pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit
dibandingakn dengan thinnet. Pada thicknet digunakan transceiver untuk
menghubungkan setiap komputer dengan system jaringan dan konektor yang
digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50m,
panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500m dengan maksimum 100 transceiver
terhubung.
·
Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted
Pair Ethernet ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded.
Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan
Unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel ini
menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada Twisted Pair Ethernet (10BaseT)
network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu
kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted Pair Ethernet umumnya lebih
handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan
data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.
Saat ini ada
beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang
paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling
disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel
kategori 5 dapat dibuat straight-trough atau crossed.
Kabel
straight-trough digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed
digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB dan modem Broadband langsung ke PC
(tanpa HUB). Panjang kabel maksimum kabel Twisted Pair adalah 100m.
·
Fiber Optic
Jaringan yang
menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan
proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO
dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data
media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.
KLASIFIKASI
JARINGAN KOMPUTER
Klasifikasi
jaringan komputer terdiri dari :
·
LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer yang hanya mencakup
area tertentu yang berukuran kecil, misalnya rumah, kantor, atau gedung. LAN
zaman sekarang umumnya menggunakan tekhnologi Ethernet sebagai infrastruktur. Contoh sebuah LAN misalnya pada
sebuah perpustakaan tempat komputer komputer terhubung ke subuah Hub dan
akhirnya akan bisa dihubungkan ke Internet.
LAN dapat dibuat
menggunakan berbagai teknologi untuk menggabungkan komputer dalam sebuah jaringan,
bergantung pada kebutuhannya. Sebuah komputer di jaringan bisa dibuat
menggunakan hub+kabel dan bisa menggunakan wireless.
Jumlah komputer
yang ada di LAN bisa beragam tergantung kebutuhan, layout gedung, dan kebutuhan
yang diperlukan. Jumlah komputer di dalam LAN juga bisa ditambah tergantung
kebutuhan.
Karakter khusus
dari LAN yang membedakan dengan WAN (wide area network) adalah :
a. Transfer rate data lebih besar
b. Cakupan geografis lebih kecil
c. Tidak terlalu perlu jalur komunikasi leased
line (seperti kabel telepon)
·
CAN (Campus Area Network) adalah jaringan yang menggabungkan 2 atau
lebih LAN namun masih terletak di tempat tertentu, misalnya kampus, pangkalan
militer dan kompleks industry tertentu.
CAN hamper mirip
dengan MAN (Metropolitan Area Network) namun ukurannya lebih kecil dibandingkan
MAN. CAN biasanya digunakan untuk menyebut sebuah implementasi jaringan
komputer untuk area yang bersebrangan dan tidak terpisah.
·
MAN (Metropolitan Area Network) merupakan jaringan yang menggabungkan 2 atau
lebih LAN atau CAN namun tidak melewati batas kota atau area metropolitan
tertentu. Untuk membuat MAN, diperlukan beberapa Router, Switch, dan Hub.
·
WAN (Wide Area Network) adalah jaringan komunikasi data yang mencakup
area geografis yang luas, misalnya antara satu negara dengan negara yang
lainnya. WAN bisanya menggunakan fasilitas yang disediakan oleh perusahaan
telekomunikasi.
·
GAN (Global Area Network) sepesifikasi tentang Global Area Network (GAN)
dikembangkan oleh banyak kelompok dan tidak ada defenisi utama tentang GAN ini.
Namun umumnya GAN adalah model yang berfungsi untuk mendukung komunikasi mobile
yang mencakup beberapa LAN, Wireless, area yang dilingkupi satelit dan
sebagainya.
·
INTRANET merupakan
kumpulan dari jaringan2 yang saling berhubungan dan memanfaatkan jaringan
intranet protocol dan alat2 berbasis IP seperti web browser dan sebagainya. Ciri
khas intranet adalah adanya administrator dari sebuah internet yang menjaga
jaringan intranet agar tertutup dari jaringan luar. Sebuah intranet biasanya
adalah jaringan local dari sebuah perusahaan tertentu.
·
EXTRANET merupakan
jaringan yang terbatas ditinjau dari scope organisasinya. Namun juga berbeda
dengan internet yang sifatnya local, extranet memungkinkan orang luar atau
entitas luar memliki akses terbatas kedalamnya.
Contoh ada sebuah
perusahaan membuka externetnya untuk pihak luar, misalnya kepada pelanggan.
Extranet secara teknis bisa dikategorikan sebagai CAN, MAN, atau WAN. Selain
itu, extranet umumnya tidak hanya terdiri dari satu LAN, karena harus memiliki
koneksi (minimal satu) dengan jaringan eksternal.
·
INTERNET merupakan
jaringan komputer yang terdiri atas gabungan jaringan komputer diseluruh dunia.
Jaringan2 penyusun internet sangat luas, biasa terdiri atas jaringan
pemerintah, akademis, public dan jaringan komputer pribadi.
Sejarah jaringan
internet ini adalah proyek Advance Research Project Agency Network (ARPANET)
yang dikembangkan oleh ARPA yang merupakan bagian dari departemen pertahanan
Amerika Seriakat (U.S.Department Of Defense).
Internet juga
merupakan tempat terletaknya World Wide Web (WWW) orang yang ingin bergabung ke
internet harus mendaftarkan ISP (Internet Service Provider). Provider penyedia
layanan saling berbagi informasi mengenai keterjangkauannya melalui BGP (Border
Gateway Protocol)
MENURUT
ARSITEKTURNYA
Jaringan komputer
bisa diklasifikasikan menurut fungsi2 yang ada diantara elemen elemen jaringan.
Misalnya pembagian arsitekturnya seperti Active Networking, Client Server dan
Peer to Peer (workgoup).
·
ACTIVE NETWORKING
Active
Networking merupakan pola komunikasi yang memungkinkan paket paket yang
mengalir melalui jaringan telekomunikasi untuk memodifikasikan operasi yang ada
di jaringan.
Arsitektur
Active Network terdiri atas lingkungan yang bisa menerima eksekusi perintah
(mirip dengan shell UNIX yang dapat mengeksekusi paket tarif), simpul system
operasi yang dapat mendukung satu atau lebih lingkungan pengoperasian serta
hardware aktif yang dapat melakukan routing atau switching, dan juga
mengeksekusi kode didalam paket yang aktif tsb.
Jaringan
ini berbeda dengan atsitektur network tradisional yang berupaya menghilangkan
kompleksitas dan kemampuan untuk mengubah perasinya agar andal dan stabil.
Proses network adalah salah satu cara untuk mengimplementasikan konsep jaringan
aktif ini. Active Network juga telah diimplementasikan sebagai jaringan
overlay.
Active
Networking memungkinkan perubahan pada system dijalankan dengan cepat. Hal ini
memungkinkan dikirimnya data bersamaan dengan paket informasi yang memungkinkan
data untuk mengubah kodenya sehingga cocok dengan karakteristik channel.
Program
paling kecil yang dapat men-generate untaian data dapat ditemukan didefenisi
kompleksitas Komogrove dan Algoritma Genetik. Dalam dunia nyata, jaringan
seperti ini jarang digunakan karena kebanyakan masih dalam bentuk model
konseptual saja.
·
CLIENT SERVER
Client
Server merupakan arsitektur jaringan komputer yang memisahkan client dengan
server, jaringan ini termasuk jaringan yang sering digunakan pada jaringan komputer.
Tipe
client atau server yang terhubung ke jaringan bisa disebut sebagai simpul/mode.
Tipe paling dasar dari arsitektur client server menggunakan 2 tipe simpul,
yaitu satu sebagai client dan satu sebagai server. Arsitektur tipe ini sering
disebut sebagai two-tier. Tipe arsitektur seperti ini memungkinkan komputer dan
piranti jaringan untuk saling membagi file dan resource.
Komputer
client bisa meminta dan menerima layanan dari server server yang ada di
jaringan komputer. Adapun server bisa menerima permintaan layanan tersebut,
memprosesnya dan mengembalikan hasilnya ke client.
Server
dalam jaringan komputer banyak sekali jenisnya, ada web server, database server
dan email erver. Dunia game online juga biasanya menggunakan prinsip client
server.
Interaksi
antara client dan server sering kali dideskripsikan menggunakan diagram.
Jenisnya diagram distandarisasikan menggunakan Unifield Modeling Language atau
UML.
Sebuah client di
jaringan memiliki cirri cirri sbb :
-
Pihak yang
mengirim permintaan layanan (request sender).
-
Memulai
permintaan data.
-
Menunggu dan
menerima jawaban dari server.
-
Bisa terhubung
kebeberapa server dalam waktu yang bersamaan.
Adapun
karakteristik dari server adalah :
-
Pihak yang
menerima permintaan dari client.
-
Pasif (sebagai
slave).
-
Menunggu
permintaan client.
-
Ketika ada
permintaan dari client, akan memproses permintaan tersebut dan kemudian
mengembalikan hasilnya ke client.
-
Biasanya tidak
berinteraksi langsung dengan end-user.
Keuntungan
menggunakan arsitektur Client Server adalah :
-
Memungkinkan
pembagian peran dan tanggung jawab dari system komputer untuk didistribusikan
diantara beberapa komputer independen yang tergabung ke jaringan.
-
Adanya pembagian
peran merupakan keunggulan arsitektur ini karena akan mempermudah maintenance.
Akan lebih mudah bagi administrator untuk mengganti, memperbaiki, meng-upgrade
atau bahkan merelokasikan server tanpa mempengaruhi client.
-
Data dan aplikasi
yang diletakkan di server akan lebih terjaga karena umumnya server akan
memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan client. Server juga
memiliki akses control dan sumber daya yang lebih baik untuk memastikan hanya
client yang kompeten yang lebih bisa mengakses dan mengubah data.
-
Apabila
penyimpanan data tersentralisasi maka pemutakhiran/update data tersebut akan
lebih mudah dibandingkan menggunakan P2P, pemutakhiran data harus terdistribusi
dan diterapkan ke tiap komputer di jaringan. Proses tersebut bisa mengkonsumsi
banyak waktu dan rentan akan adanya error, terlebih jika jumlah jaringan yang
ada sangat banyak.
-
Teknologi client
server sudah banyak yang matang sehingga terjamin jika digunakan untuk
meningkatkan security jaringan. Selain itu juga mudah digunakan karena tersedia
banyak alat bantu berbasis GUI yangk memungkinkan peraturan jaringan, misalnya
melalui webmin.
-
Jaringan dapat
digunakan oleh berbagai jenis client yang memiliki berbagai jenis kemampuan.
Arsitektur
Client Server juga memiliki kerugian, yaitu :
-
Jika traffic
jaringan terlalu padat, server bisa hang karena overload.
-
Tidak seandal
jaringan P2P dalam hal ketahanan terhadap down. Di jaringan client server, jika
server down maka jaringan akan down, sementara P2P semua sumber daya
terdistribusi merata sehingga data akan didistribusikan merata. Jika salah satu
simpul down, simpul yang lainnya masih dapat mentransfer data.
·
PEER TO PEER (P2P)
Jaringan
Peer to Peer (disingkat “P2P” atau PtP”) merupakan jaringan komputer yang
menggabungkan perbedaan konektivitas antara partisipan di jaringan dan
menjadikan semua bandwidthnya sebagai bandwidth bersama.
P2P
berbeda dengan client server yang mensentralisasikan sumber daya ke sekelompok
server yang berfungsi sebagai inti jaringan. Jaringan P2P biasanya digunakan
untuk menghubungkan simpul simpul melalui koneksi ad-hoc.
Jaringan
ini unggul dalam beberapa fungsi, misalnya dalam hal file sharingan yang
memungkinkan file file audio, video, dan data dibagi di jaringan. Jaringan P2P
tidak memiliki client server, karena semua jaringan memiliki kedudukan yang
sama.
Model
jaringan ini berbeda dengan client server karena komunikasi di jaringan client
server adalah dari dan menuju server utama. Contoh jaringan client server
adalah FTP. Server yang memungkinkan data dari server dipindahkan ke FTP client
atau sebaliknya.
Jaringan
P2P yang menyebar pertama kali adalah Usenet News Server System dimana komputer
peer dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya untuk menyebarkan berita dari
Usenet hingga artikel tersebut menyebar kesemua jaringan Usenet.
TOPOLOGI
JARINGAN
Jaringan komputer
bisa diklasifikasikan kepada topologi jaringan yang dibuatnya sebagai Bus
Network, Star Network, Ring Network, Mesh Network, Star-bus Network, Tree atau
Hierarchial Topology Network.
Topologi
Network menentukan cara bagaimana piranti di jaringan melihat relasi logis
mereka satu dengan yang lainnya. Pengguna kata logical disini merupakan hal
signifikan karena topologi jaringan komputer tidak ada hubungannya dengan
layout fisik dari jaringan.
Maksudnya
walaupun jaringan komputer tersebut diletakkan secara fisik menggunakan layout
linear, tapi apabila menggunakan hub maka tetap saja disebut jaringan dengan
topologi star. Jadi topologi logical berbeda dengan layout fisik.
·
BUS NETWORK
Jaringan
dengan topologi bus adalah jaringan dimana beberapa client dihubungkan
menggunakan line komunikasi yang terbagi yang disebut Bus. Jaringan Bus
merupakan jaringan yang paling mudah dibuat untuk meghubungkan client yang ada.
Namun kekurangannya adalah apabila 2 client ingin mentransmisikan data pada
saat yang sama di bus yang sama maka aka nada collition atau tabrakan data.
Untuk
menangani hal demikian, beberapa system yang menggunakan arsitektur bus umumnya
memiliki skema collision handling untuk menangani apabila ada tabrakan data,
misalnya menggunakan Carrier Sens Multiple Access atau penggunaan master Bus
untuk mengontrol akses yang ada di sumber data bus yang terbagi.
Jaringan
yang menggunakan topologi bus merupakan jaringan yang pasif, dimana komputer
yang terhubung ke bus akan mendengarkan saja apakah ada sinyal dan tidak
bertanggung jawab untuk menjalankan sinyal tersebut.
Walaupun
demikian, banyak arsitektur aktif yang bisa juga diklasifikasikan sebagai bus,
mengingat mereka menggunakan fungsi logis yang sama seperti passif bus.
Misalnya switch yang bisa dianggap sebagai jaringan bus logis.
Keuntungan
jaringan yang menggunakan topologi bus adalah :
-
Mudah
diimplementasikan dan diperluas.
-
Kabel yang
diperlukan akan lebih sedikit dibandingkan topologi star.
-
Cocok untuk
jaringan komputer yang kecil karena mudah di-setup dan tidak memerlukan
kecepatan yang terlalu tinggi.
-
Biaya
pembuatannya lebih mudah dibandingkan dengan topologi yang lain.
Namun
topologi bus juga memiliki beberapa kerugian, seperti :
-
Panjang kabel dan
jumlah komputer akan terbatas.
-
Jika ada sebuah
masalah di kabel, semua jaringan komputer akan down.
-
Biaya
pemeliharaan akan mahal dalam jangka panjang.
-
Performa jaringan
akan menurun jika ada penambahan komputer baru atau ada traffic yang berat.
-
Harus ada
terminasi di ujung ujung bus.
-
Jika komputer
berjumlah banyak, maka jumlah data yang mengalir akan menyebabkan jaringan
untuk melambat.
-
Jaringan akan
bekerja optimal jika jumlah simpul jaringan tidak terlalu banyak.
·
STAR NETWORK
Jaringan star
merupakan salah satu jaringan yang paling sering diterapkan dikehidupan nyata.
Jaringan ini memiliki bentuk yang paling sederhana. Sebuah jaringan star
terdiri atas satu switch atau hub yang berfungsi sebagai pusat untuk melakukan
transmisi data di jaringan.
Sifat dari simpul
tengah adalah pasif, simpul asal mentorir penerimaan dari pantulan transmisinya
sendiri yang di-delay oleh waktu transmisi dua arah ke dan dari simpul tengah.
Topologi star
mengurangi kemungkinan kegagalan jaringan karena semua simpul jaringan
terhubung ke hub. Hub ini yang akan melakukan broadcast ulang ke semua simpul
yang terhubung kepadanya, kadang termasuk simpul aslinya.
Semua peripheral
bisa berkomunikasi berkat adanya simpul sentral (hub) tersebut. Jika ada salah
satu line yang putus dari simpul sentral maka simpul simpul lain akan tetap
tidak terganggu dan hanya komputer yang terputus yang akan terpengaruh.
Keuntungan
menggunakan topologi star adalah :
-
Performa : Paket
data tidak perlu berjalan melalui simpul2 yang tidak diperlukan. Komunikasi
antara dua piranti dijaringan paling tidak hanya memerlukan tiga piranti dan
dua link. Traffic yang terisolasi dari simpul yang tidak diperlukan akan
membuat simpul yang tidak dipergunakan tidak akan ikut sibuk.
-
Isolasi : tiap
piranti terisolasi di link dia sendiri. Jadi jika ingin mencopot sebuah node di
jaringan, caranya sangat mudah. Anda tinggal mencopot colokan link dari piranti
tersebut ke hub.
-
Sentralisasi :
jaringan bisa dengan mudah diperluas atau ditingkatkan jumlahnya dengan hanya
menambah kapasitas dari simpul hub. Atau dengan menambahkan piranti lain ke
topologi star. Karena semua lalulintas data akan melalui hub, maka hub bisa
digunakan dengan mudah untuk inspeksi atau mengontrol traffic melalui jaringan.
-
Sederhana :
topologi star mudah dimengerti, gampang dibuat dan dinavigasi. Administrator
tidak perlu bingung dengan routing yang kompleks. Simpul simpul individual
mudah ditambahkan atau dihilangkan. Troubleshooting juga lebih mudah mengingat
pendeteksi kesalahan sangat sederhana dan tiap simpul bisa diinvestigasi
individual.
Namun topologi star juga memiliki kekurangan.
Kekurangan utamanya adalah terlalu pentingnya fungsi hub, sehingga ketika hub
tidak berfungsi seluruh jaringan akan down.
Performa dan skabilitas jaringan bergantung
pada hub-nya. Ukuran jaringan dibatasi oleh jumlah koneksi yang bisa dibuat ke
hub dan performanya dibatasi oleh throughput yang dimilikinya.
·
RING NETWORK
Jaringan Ring merupakan topologi jaringan
dimana tiap simpul akan terhubung ke 2 simpul lainnya sehingga membentuk
lingkaran yang berfungsi sebagai line untuk transfer data. Data akan dijalankan
dari simpul ke simpul yang konsekwensinya tiap simpul akan menangani tiap
paket.
Karena topologi ring menyediakan hanya satu
jalan antara dua simpul, maka jaringan yang menggunakan topologi ini bisa
terganggu dengan terganggunya sebuah link.
Kagegalan sebuah simpul atau rusaknya kabel
bisa membuat semua simpul di ring akan terisolasi. Untuk mengulangi hal ini,
digunakanlah FDDI dimana data akan dikirim dalam bentuk searah jarum jam dan
juga dikembalikan searah jarum jam.
Kelibihan
topologi ring adalah :
-
Tidak menggunakan
banyak kabel.
-
Tingkat kerumitan
pemasangan rendah.
-
Mudah
diinstalasi.
-
Tidak akan
terjadi tabrakan data.
-
Mudah dirancang.
Kekurangan
topologi ring, yaitu :
-
Peka kesalahan
jaringan.
-
Sulit untuk dikembangkan.
-
Jika salah satu
titik jaringan terganggu maka seluruh komunikasi data akan terganggu.
·
MESH NETWORK
Jaringan Mesh merupakan sebuah cara untuk
melakukan routing data, suara dan instruksi antar simpul. Jaringan mesh
memungkinkan koneksi continue dan rekonfigurasi di jalur yang terputus atau
terblok. Caranya adalah dengan melakukan lompatan dari simpul ke simpul
sehingga simpul tujuan terdeteksi.
Jaringan mesh berbeda dengan tipe jaringan
lain dimana komponen dari jaringan mesh bisa saling terhubunga menggunakan rute
yang berlainan.
Jaringan mesh merupakan salah sastu tipe
jaringan yang bisa menyembuhkan diri sendiri atau dengan kata lain jaringan
tetap bisa beroperasi walaupun ada simpul yang down atau koneksi jadi jelek.
Kelebihan
jaringan Mesh :
-
Dinamais dalam
memperbaiki setiap kerusakan titik jaringan.
-
Data langsung
dikirimkan ketujuan tanpa harus melalui komputer lain.
-
Proses pengiriman
data lebih cepat.
-
Jika terjadi
kerusakan pada salah satu komputer, tidak akan mengganggu titik lainnya.
Kekurangan
jaringan Mesh :
-
Biaya pemasangan
sangat besar.
-
Perlu banyak
kabel.
-
Perlu banyak port
I/O, pada setiap komputer.
-
Proses instalasi
sulit dan rumit.
·
LINEAR NETWORK
Topologi ini merupakan perluasan dari topologi
bus dimana kabel utama harus dihubungkan ketiap titik komputer menggunakan
T-connector. Topologi ini merupakan jenis yang sederhana menggunakan kabel
RG-58.
Kelebihan
:
-
Sederhana
jaringannya.
-
Hemat kabel.
-
Mudah untuk
dikembangkan.
Kekurangan
:
-
Deteksi kesalahan
sangat kecil.
-
Keamanan kurang
terjamin.
-
Lalu lintas data
sangat tinggi.
-
Kecepatan
transfer tergantung dari jumlah pengguna, kecepatan akan menurun jika pemakai
bertambah.
Demikian artikel ini saya buat, jika ada
kekurangan mohon dimaafkan…