Kamis, 11 September 2014

NETWORKING BASIC

NETWORKING BASIC

Jaringan komputer adalah sebuah system yang dibangun agar computer dapat melakukan komunikasi data seperti berbagi file, informasi, program aplikasi dan perangkat keras seperti printer, scanner, CD Drive maupun harddisk serta memungkinkan komunikasi secara elektronik.
Sejarah jaringan komputer sendiri bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.mPada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET, pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat. (Dikutip dari Wikipedia).
Tujuan utama dari sebuah jaringan computer adalah sharing resource (sumber daya) dimana sebuah komputer dapat memanfaatkan sumber daya komputer lain yang berada pada jaringan yang sama. Perkembangan teknologi komunikasi data dan jaringan komputer dewasa ini sudah tidak terbatas lagi hanya pada komputer, berbagai perangkat teknologi komunikasi yang hadir saat ini berkembang mengikuti perkembangan teknologi komputer.

Suatu jaringan tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
-          Personal Computer (PC)
-          Kartu jaringan (Network Interface Card/NIC) pada setiap komputer
-          Medium koneksi, yang menghubungkan kartu jaringan satu komputer dengan komputer lainnya, biasa disebut sebagai medium transmisi data, bisa berupa kabel maupun nirkabel (wireless dsb)
-          Perangkat lunak system operasi jaringan (Network Operating System Software/NOSS) yang berfungsi untuk pengelolaan system jaringan, misalnya : MS Windows 2000 server, MS Windows NT, Linux, Novel Netware dan Sebagainya.
-          Peralatan interkoneksi seperti hub, bridge, switch, router, gateway, apabila jaringan yang dibentuk semakin luas jangkauannya.

PERANGKAT KERAS JARINGAN
Semua jaringan komunikasi tersusun oleh perangkat yang berfungsi sebagai penghubung yang menghubungkan simpul simpul jaringan, seperti Network Interface Card (NIC), Brige, Hub, Switch, dan Routers.
Ada beberapa metode untuk menghubungkan perangkat perangkat tersebut, baik berkabel (yang umum coaxial, UTP, atau fiber optic) maupun yang tidak berkabel (wireless).
·         NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
Network Interface Card sering disingkat Network Adapter atau NIC. Merupakan sebuah hardware komputer yang didesain guna memungkinkan komputer berkomunikasi menggunakan  jaringan. NIC memungkinkan adanya akses fisik ke media jaringan dan juga menyediakan system addressing low-level melalui penggunaan MAC addresses. NIC memungkinkan user untuk terhubung satu dengan lainnya menggunakan wireless.
·         HUB
Sebuah Hub mengandung berbagai jenis port. Ketika sebuah paket data tiba disalah satu port, paket itu akan disalin, alamat yang dituju tidak berubah menjadi broadcast, atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub.
·         SWITCH
Switch merupakan sebuah istilah yang mengacu kepada router dan bridge dan juga kepada piranti yang dapat membagi traffic berdasarkan muatan atau konten aplikasi (misalnya URL dari sebuah halaman web). Switch bisa beroperasi pada lebih dari lapisan OSI. Piranti yang dapat bekerja secara simultan dilebih dari satu layer ini disebut multilayer switch.
·         REPEATER
Repeater merupakan piranti elektronik yang bertugas menerima sinyal kemudian meneruskannya pada level yang lebih tinggi atau dengan daya yang lebih besar, atau bisa juga meneruskan ke sisi lain sebuah penghalang sehingga sinyal dapat disalurkan ketempat yang jauh tanpa adanya deradasi.
Kerena repeater bekerja dengan sinyal fisik sebenarnya dan tidak berusaha melakukan interpretasi data. Repeater akan beroperasi pada leyer Physical yang merupakan leyer pasing atas dalam model OSI.
·         BRIDGE
Bridge berfungsi menghubungkan segmen jaringan jaringan di layer data link (layer kedua di data OSI). Bridge berbeda fungsinya dengan hub, bridge tidak menyalin traffic dan mencampurnya kesemua port. Bridge akan mengetahui alamat MAC address yang dapat dijangkau melalui port port tertentu.
Setelah bridge mengetahui port dan alamat yang dituju, bridge tidak mengirim secara broadcast kesemua port kecuali port yang berhak menerima broadcast tersebut.
Bridge mampu mengenali port dan address dengan cara memeriksa alamat sumber dari frame yang dilihatnya masing masing port. Ketika frame tersebut sudah sampai port, alamat sumber akan disimpan dan bridge mengosumsi alamat MAC telah diasosialisasikan dengan port tersebut. Ketika alamat telah diketahui, bridge akan men-forward kesemua port.
Bridge bisan dibagi menjadi 3 tipe dasar :
1.      Local Bridge, menghubungkan LAN secara langsung
2.      Remote Bridge, dapat digunakan untuk membuat link Wide Area Network (WAN) antar LAN yang ada. Namun remote bridge yang kecepatan koneksinya lebih lambat dari pada jaringan akhir umumnya kini perannya digantikan oleh Router.
3.      Wireless Bridge, bisa digunakan untuk menggabungkan LAN atau menggabungkan workstation remote ke sebuah LAN.
·         ROUTER
Router adalah piranti jaringan yang bertugas mem-forward paket data sepanjang jaringan menggunakan header dan table forwarding sehingga bisa menentukan rute terbaik untuk transportasi data. Router bekerja di layer Network dimodel TCP/IP atau layer ketiga dimodel OSI.
Router menyediakan interkoneksi antar media dengan cara meneliti header dari paket data dan memutuskan kebagian mana paket data tersebut akan dikirim.
Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan, dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP. Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi kedalamnya sehingga memungkinkan beberapa komputer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet.

TIPE PENGKABELAN
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan jaringan, yaitu :
·         Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185m dan maksimum komputer terhubung.
·         Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingakn dengan thinnet. Pada thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan system jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.
·         Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair Ethernet ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan Unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada Twisted Pair Ethernet (10BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted Pair Ethernet umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.
Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-trough atau crossed.
Kabel straight-trough digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB dan modem Broadband langsung ke PC (tanpa HUB). Panjang kabel maksimum kabel Twisted Pair adalah 100m.


·         Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

KLASIFIKASI JARINGAN KOMPUTER
            Klasifikasi jaringan komputer terdiri dari :
·         LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer yang hanya mencakup area tertentu yang berukuran kecil, misalnya rumah, kantor, atau gedung. LAN zaman sekarang umumnya menggunakan tekhnologi Ethernet sebagai infrastruktur. Contoh sebuah LAN misalnya pada sebuah perpustakaan tempat komputer komputer terhubung ke subuah Hub dan akhirnya akan bisa dihubungkan ke Internet.

LAN dapat dibuat menggunakan berbagai teknologi untuk menggabungkan komputer dalam sebuah jaringan, bergantung pada kebutuhannya. Sebuah komputer di jaringan bisa dibuat menggunakan hub+kabel dan bisa menggunakan wireless.
Jumlah komputer yang ada di LAN bisa beragam tergantung kebutuhan, layout gedung, dan kebutuhan yang diperlukan. Jumlah komputer di dalam LAN juga bisa ditambah tergantung kebutuhan.

Karakter khusus dari LAN yang membedakan dengan WAN (wide area network) adalah :
a.      Transfer rate data lebih besar
b.      Cakupan geografis lebih kecil
c.       Tidak terlalu perlu jalur komunikasi leased line (seperti kabel telepon)

·         CAN (Campus Area Network) adalah jaringan yang menggabungkan 2 atau lebih LAN namun masih terletak di tempat tertentu, misalnya kampus, pangkalan militer dan kompleks industry tertentu.
CAN hamper mirip dengan MAN (Metropolitan Area Network) namun ukurannya lebih kecil dibandingkan MAN. CAN biasanya digunakan untuk menyebut sebuah implementasi jaringan komputer untuk area yang bersebrangan dan tidak terpisah.

·         MAN (Metropolitan Area Network) merupakan jaringan yang menggabungkan 2 atau lebih LAN atau CAN namun tidak melewati batas kota atau area metropolitan tertentu. Untuk membuat MAN, diperlukan beberapa Router, Switch, dan Hub.

·         WAN (Wide Area Network) adalah jaringan komunikasi data yang mencakup area geografis yang luas, misalnya antara satu negara dengan negara yang lainnya. WAN bisanya menggunakan fasilitas yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi.

·         GAN (Global Area Network) sepesifikasi tentang Global Area Network (GAN) dikembangkan oleh banyak kelompok dan tidak ada defenisi utama tentang GAN ini. Namun umumnya GAN adalah model yang berfungsi untuk mendukung komunikasi mobile yang mencakup beberapa LAN, Wireless, area yang dilingkupi satelit dan sebagainya.

·         INTRANET merupakan kumpulan dari jaringan2 yang saling berhubungan dan memanfaatkan jaringan intranet protocol dan alat2 berbasis IP seperti web browser dan sebagainya. Ciri khas intranet adalah adanya administrator dari sebuah internet yang menjaga jaringan intranet agar tertutup dari jaringan luar. Sebuah intranet biasanya adalah jaringan local dari sebuah perusahaan tertentu.

·         EXTRANET merupakan jaringan yang terbatas ditinjau dari scope organisasinya. Namun juga berbeda dengan internet yang sifatnya local, extranet memungkinkan orang luar atau entitas luar memliki akses terbatas kedalamnya.
Contoh ada sebuah perusahaan membuka externetnya untuk pihak luar, misalnya kepada pelanggan. Extranet secara teknis bisa dikategorikan sebagai CAN, MAN, atau WAN. Selain itu, extranet umumnya tidak hanya terdiri dari satu LAN, karena harus memiliki koneksi (minimal satu) dengan jaringan eksternal.

·         INTERNET merupakan jaringan komputer yang terdiri atas gabungan jaringan komputer diseluruh dunia. Jaringan2 penyusun internet sangat luas, biasa terdiri atas jaringan pemerintah, akademis, public dan jaringan komputer pribadi.
Sejarah jaringan internet ini adalah proyek Advance Research Project Agency Network (ARPANET) yang dikembangkan oleh ARPA yang merupakan bagian dari departemen pertahanan Amerika Seriakat (U.S.Department Of Defense).
Internet juga merupakan tempat terletaknya World Wide Web (WWW) orang yang ingin bergabung ke internet harus mendaftarkan ISP (Internet Service Provider). Provider penyedia layanan saling berbagi informasi mengenai keterjangkauannya melalui BGP (Border Gateway Protocol)




MENURUT ARSITEKTURNYA
Jaringan komputer bisa diklasifikasikan menurut fungsi2 yang ada diantara elemen elemen jaringan. Misalnya pembagian arsitekturnya seperti Active Networking, Client Server dan Peer to Peer (workgoup).

·         ACTIVE NETWORKING
Active Networking merupakan pola komunikasi yang memungkinkan paket paket yang mengalir melalui jaringan telekomunikasi untuk memodifikasikan operasi yang ada di jaringan.
Arsitektur Active Network terdiri atas lingkungan yang bisa menerima eksekusi perintah (mirip dengan shell UNIX yang dapat mengeksekusi paket tarif), simpul system operasi yang dapat mendukung satu atau lebih lingkungan pengoperasian serta hardware aktif yang dapat melakukan routing atau switching, dan juga mengeksekusi kode didalam paket yang aktif tsb.
Jaringan ini berbeda dengan atsitektur network tradisional yang berupaya menghilangkan kompleksitas dan kemampuan untuk mengubah perasinya agar andal dan stabil. Proses network adalah salah satu cara untuk mengimplementasikan konsep jaringan aktif ini. Active Network juga telah diimplementasikan sebagai jaringan overlay.
Active Networking memungkinkan perubahan pada system dijalankan dengan cepat. Hal ini memungkinkan dikirimnya data bersamaan dengan paket informasi yang memungkinkan data untuk mengubah kodenya sehingga cocok dengan karakteristik channel.
Program paling kecil yang dapat men-generate untaian data dapat ditemukan didefenisi kompleksitas Komogrove dan Algoritma Genetik. Dalam dunia nyata, jaringan seperti ini jarang digunakan karena kebanyakan masih dalam bentuk model konseptual saja.

·         CLIENT SERVER
Client Server merupakan arsitektur jaringan komputer yang memisahkan client dengan server, jaringan ini termasuk jaringan yang sering digunakan pada jaringan komputer.
Tipe client atau server yang terhubung ke jaringan bisa disebut sebagai simpul/mode. Tipe paling dasar dari arsitektur client server menggunakan 2 tipe simpul, yaitu satu sebagai client dan satu sebagai server. Arsitektur tipe ini sering disebut sebagai two-tier. Tipe arsitektur seperti ini memungkinkan komputer dan piranti jaringan untuk saling membagi file dan resource.
Komputer client bisa meminta dan menerima layanan dari server server yang ada di jaringan komputer. Adapun server bisa menerima permintaan layanan tersebut, memprosesnya dan mengembalikan hasilnya ke client.
Server dalam jaringan komputer banyak sekali jenisnya, ada web server, database server dan email erver. Dunia game online juga biasanya menggunakan prinsip client server.
Interaksi antara client dan server sering kali dideskripsikan menggunakan diagram. Jenisnya diagram distandarisasikan menggunakan Unifield Modeling Language atau UML.

Sebuah client di jaringan memiliki cirri cirri sbb :
-          Pihak yang mengirim permintaan layanan (request sender).
-          Memulai permintaan data.
-          Menunggu dan menerima jawaban dari server.
-          Bisa terhubung kebeberapa server dalam waktu yang bersamaan.
Adapun karakteristik dari server adalah :
-          Pihak yang menerima permintaan dari client.
-          Pasif (sebagai slave).
-          Menunggu permintaan client.
-          Ketika ada permintaan dari client, akan memproses permintaan tersebut dan kemudian mengembalikan hasilnya ke client.
-          Biasanya tidak berinteraksi langsung dengan end-user.

Keuntungan menggunakan arsitektur Client Server adalah :
-          Memungkinkan pembagian peran dan tanggung jawab dari system komputer untuk didistribusikan diantara beberapa komputer independen yang tergabung ke jaringan.
-          Adanya pembagian peran merupakan keunggulan arsitektur ini karena akan mempermudah maintenance. Akan lebih mudah bagi administrator untuk mengganti, memperbaiki, meng-upgrade atau bahkan merelokasikan server tanpa mempengaruhi client.
-          Data dan aplikasi yang diletakkan di server akan lebih terjaga karena umumnya server akan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan client. Server juga memiliki akses control dan sumber daya yang lebih baik untuk memastikan hanya client yang kompeten yang lebih bisa mengakses dan mengubah data.
-          Apabila penyimpanan data tersentralisasi maka pemutakhiran/update data tersebut akan lebih mudah dibandingkan menggunakan P2P, pemutakhiran data harus terdistribusi dan diterapkan ke tiap komputer di jaringan. Proses tersebut bisa mengkonsumsi banyak waktu dan rentan akan adanya error, terlebih jika jumlah jaringan yang ada sangat banyak.
-          Teknologi client server sudah banyak yang matang sehingga terjamin jika digunakan untuk meningkatkan security jaringan. Selain itu juga mudah digunakan karena tersedia banyak alat bantu berbasis GUI yangk memungkinkan peraturan jaringan, misalnya melalui webmin.
-          Jaringan dapat digunakan oleh berbagai jenis client yang memiliki berbagai jenis kemampuan.
Arsitektur Client Server juga memiliki kerugian, yaitu :
-          Jika traffic jaringan terlalu padat, server bisa hang karena overload.
-          Tidak seandal jaringan P2P dalam hal ketahanan terhadap down. Di jaringan client server, jika server down maka jaringan akan down, sementara P2P semua sumber daya terdistribusi merata sehingga data akan didistribusikan merata. Jika salah satu simpul down, simpul yang lainnya masih dapat mentransfer data.

·         PEER TO PEER (P2P)
Jaringan Peer to Peer (disingkat “P2P” atau PtP”) merupakan jaringan komputer yang menggabungkan perbedaan konektivitas antara partisipan di jaringan dan menjadikan semua bandwidthnya sebagai bandwidth bersama.
P2P berbeda dengan client server yang mensentralisasikan sumber daya ke sekelompok server yang berfungsi sebagai inti jaringan. Jaringan P2P biasanya digunakan untuk menghubungkan simpul simpul melalui koneksi ad-hoc.
Jaringan ini unggul dalam beberapa fungsi, misalnya dalam hal file sharingan yang memungkinkan file file audio, video, dan data dibagi di jaringan. Jaringan P2P tidak memiliki client server, karena semua jaringan memiliki kedudukan yang sama.
Model jaringan ini berbeda dengan client server karena komunikasi di jaringan client server adalah dari dan menuju server utama. Contoh jaringan client server adalah FTP. Server yang memungkinkan data dari server dipindahkan ke FTP client atau sebaliknya.
Jaringan P2P yang menyebar pertama kali adalah Usenet News Server System dimana komputer peer dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya untuk menyebarkan berita dari Usenet hingga artikel tersebut menyebar kesemua jaringan Usenet.

TOPOLOGI JARINGAN
Jaringan komputer bisa diklasifikasikan kepada topologi jaringan yang dibuatnya sebagai Bus Network, Star Network, Ring Network, Mesh Network, Star-bus Network, Tree atau Hierarchial Topology Network.
Topologi Network menentukan cara bagaimana piranti di jaringan melihat relasi logis mereka satu dengan yang lainnya. Pengguna kata logical disini merupakan hal signifikan karena topologi jaringan komputer tidak ada hubungannya dengan layout fisik dari jaringan.
Maksudnya walaupun jaringan komputer tersebut diletakkan secara fisik menggunakan layout linear, tapi apabila menggunakan hub maka tetap saja disebut jaringan dengan topologi star. Jadi topologi logical berbeda dengan layout fisik.

·         BUS NETWORK
Jaringan dengan topologi bus adalah jaringan dimana beberapa client dihubungkan menggunakan line komunikasi yang terbagi yang disebut Bus. Jaringan Bus merupakan jaringan yang paling mudah dibuat untuk meghubungkan client yang ada. Namun kekurangannya adalah apabila 2 client ingin mentransmisikan data pada saat yang sama di bus yang sama maka aka nada collition atau tabrakan data.
Untuk menangani hal demikian, beberapa system yang menggunakan arsitektur bus umumnya memiliki skema collision handling untuk menangani apabila ada tabrakan data, misalnya menggunakan Carrier Sens Multiple Access atau penggunaan master Bus untuk mengontrol akses yang ada di sumber data bus yang terbagi.
Jaringan yang menggunakan topologi bus merupakan jaringan yang pasif, dimana komputer yang terhubung ke bus akan mendengarkan saja apakah ada sinyal dan tidak bertanggung jawab untuk menjalankan sinyal tersebut.
Walaupun demikian, banyak arsitektur aktif yang bisa juga diklasifikasikan sebagai bus, mengingat mereka menggunakan fungsi logis yang sama seperti passif bus. Misalnya switch yang bisa dianggap sebagai jaringan bus logis.

            Keuntungan jaringan yang menggunakan topologi bus adalah :
-          Mudah diimplementasikan dan diperluas.
-          Kabel yang diperlukan akan lebih sedikit dibandingkan topologi star.
-          Cocok untuk jaringan komputer yang kecil karena mudah di-setup dan tidak memerlukan kecepatan yang terlalu tinggi.
-          Biaya pembuatannya lebih mudah dibandingkan dengan topologi yang lain.
Namun topologi bus juga memiliki beberapa kerugian, seperti :
-          Panjang kabel dan jumlah komputer akan terbatas.
-          Jika ada sebuah masalah di kabel, semua jaringan komputer akan down.
-          Biaya pemeliharaan akan mahal dalam jangka panjang.
-          Performa jaringan akan menurun jika ada penambahan komputer baru atau ada traffic yang berat.
-          Harus ada terminasi di ujung ujung bus.
-          Jika komputer berjumlah banyak, maka jumlah data yang mengalir akan menyebabkan jaringan untuk melambat.
-          Jaringan akan bekerja optimal jika jumlah simpul jaringan tidak terlalu banyak.

·         STAR NETWORK
Jaringan star merupakan salah satu jaringan yang paling sering diterapkan dikehidupan nyata. Jaringan ini memiliki bentuk yang paling sederhana. Sebuah jaringan star terdiri atas satu switch atau hub yang berfungsi sebagai pusat untuk melakukan transmisi data di jaringan.
Sifat dari simpul tengah adalah pasif, simpul asal mentorir penerimaan dari pantulan transmisinya sendiri yang di-delay oleh waktu transmisi dua arah ke dan dari simpul tengah.
Topologi star mengurangi kemungkinan kegagalan jaringan karena semua simpul jaringan terhubung ke hub. Hub ini yang akan melakukan broadcast ulang ke semua simpul yang terhubung kepadanya, kadang termasuk simpul aslinya.
Semua peripheral bisa berkomunikasi berkat adanya simpul sentral (hub) tersebut. Jika ada salah satu line yang putus dari simpul sentral maka simpul simpul lain akan tetap tidak terganggu dan hanya komputer yang terputus yang akan terpengaruh.

            Keuntungan menggunakan topologi star adalah :
-          Performa : Paket data tidak perlu berjalan melalui simpul2 yang tidak diperlukan. Komunikasi antara dua piranti dijaringan paling tidak hanya memerlukan tiga piranti dan dua link. Traffic yang terisolasi dari simpul yang tidak diperlukan akan membuat simpul yang tidak dipergunakan tidak akan ikut sibuk.
-          Isolasi : tiap piranti terisolasi di link dia sendiri. Jadi jika ingin mencopot sebuah node di jaringan, caranya sangat mudah. Anda tinggal mencopot colokan link dari piranti tersebut ke hub.
-          Sentralisasi : jaringan bisa dengan mudah diperluas atau ditingkatkan jumlahnya dengan hanya menambah kapasitas dari simpul hub. Atau dengan menambahkan piranti lain ke topologi star. Karena semua lalulintas data akan melalui hub, maka hub bisa digunakan dengan mudah untuk inspeksi atau mengontrol traffic melalui jaringan.
-          Sederhana : topologi star mudah dimengerti, gampang dibuat dan dinavigasi. Administrator tidak perlu bingung dengan routing yang kompleks. Simpul simpul individual mudah ditambahkan atau dihilangkan. Troubleshooting juga lebih mudah mengingat pendeteksi kesalahan sangat sederhana dan tiap simpul bisa diinvestigasi individual.

Namun topologi star juga memiliki kekurangan. Kekurangan utamanya adalah terlalu pentingnya fungsi hub, sehingga ketika hub tidak berfungsi seluruh jaringan akan down.
Performa dan skabilitas jaringan bergantung pada hub-nya. Ukuran jaringan dibatasi oleh jumlah koneksi yang bisa dibuat ke hub dan performanya dibatasi oleh throughput yang dimilikinya.


·         RING NETWORK
Jaringan Ring merupakan topologi jaringan dimana tiap simpul akan terhubung ke 2 simpul lainnya sehingga membentuk lingkaran yang berfungsi sebagai line untuk transfer data. Data akan dijalankan dari simpul ke simpul yang konsekwensinya tiap simpul akan menangani tiap paket.
Karena topologi ring menyediakan hanya satu jalan antara dua simpul, maka jaringan yang menggunakan topologi ini bisa terganggu dengan terganggunya sebuah link.
Kagegalan sebuah simpul atau rusaknya kabel bisa membuat semua simpul di ring akan terisolasi. Untuk mengulangi hal ini, digunakanlah FDDI dimana data akan dikirim dalam bentuk searah jarum jam dan juga dikembalikan searah jarum jam.
            Kelibihan topologi ring adalah :
-          Tidak menggunakan banyak kabel.
-          Tingkat kerumitan pemasangan rendah.
-          Mudah diinstalasi.
-          Tidak akan terjadi tabrakan data.
-          Mudah dirancang.
Kekurangan topologi ring, yaitu :
-          Peka kesalahan jaringan.
-          Sulit untuk dikembangkan.
-          Jika salah satu titik jaringan terganggu maka seluruh komunikasi data akan terganggu.

·         MESH NETWORK
Jaringan Mesh merupakan sebuah cara untuk melakukan routing data, suara dan instruksi antar simpul. Jaringan mesh memungkinkan koneksi continue dan rekonfigurasi di jalur yang terputus atau terblok. Caranya adalah dengan melakukan lompatan dari simpul ke simpul sehingga simpul tujuan terdeteksi.
Jaringan mesh berbeda dengan tipe jaringan lain dimana komponen dari jaringan mesh bisa saling terhubunga menggunakan rute yang berlainan.
Jaringan mesh merupakan salah sastu tipe jaringan yang bisa menyembuhkan diri sendiri atau dengan kata lain jaringan tetap bisa beroperasi walaupun ada simpul yang down atau koneksi jadi jelek.
            Kelebihan jaringan Mesh :
-          Dinamais dalam memperbaiki setiap kerusakan titik jaringan.
-          Data langsung dikirimkan ketujuan tanpa harus melalui komputer lain.
-          Proses pengiriman data lebih cepat.
-          Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer, tidak akan mengganggu titik lainnya.

Kekurangan jaringan Mesh :
-          Biaya pemasangan sangat besar.
-          Perlu banyak kabel.
-          Perlu banyak port I/O, pada setiap komputer.
-          Proses instalasi sulit dan rumit.

·         LINEAR NETWORK
Topologi ini merupakan perluasan dari topologi bus dimana kabel utama harus dihubungkan ketiap titik komputer menggunakan T-connector. Topologi ini merupakan jenis yang sederhana menggunakan kabel RG-58.
            Kelebihan :
-          Sederhana jaringannya.
-          Hemat kabel.
-          Mudah untuk dikembangkan.
Kekurangan :
-          Deteksi kesalahan sangat kecil.
-          Keamanan kurang terjamin.
-          Lalu lintas data sangat tinggi.
-          Kecepatan transfer tergantung dari jumlah pengguna, kecepatan akan menurun jika pemakai bertambah.

Demikian artikel ini saya buat, jika ada kekurangan mohon dimaafkan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar